Selamat Datang di Pusaka Riau Site

 

 

 

 

 

 


Yayasan Pusaka Riau

 

Profil
Penerbit

Percetakan
AKMR
MARA
Sagu Band

 

Daftar Buku
Katalog Buku

 

Selamat Datang di Yayasan Pusaka Riau Site

Profil |Penerbit |Percetakan |AKMR |MARA |Sagu Band |Daftar Buku

 


Ganni, Jefri, Widi ,  Toy (Sagu Band)
 

Jepri muncul juga walau dengan kesehatan yang buruk. Apa boleh buat, ia tak bisa dipaksa, apalagi hal ini berhubungan dengan kerongkongannya. Namun, kisah seperti itu belum selesai rupanya, sebab setelah dua hari Jepri pulang dari kampung, Ganni pula yang sakit. Pencipta lagu dan pimpinan Sagu ini harus bolak-baik ke dokter. Beberapa pentas yang mereka rencanakan dengan sendirinya batal.

            Persis pada tanggal yang telah dijanjikan, Jepri dapat kembali mengisi suara, tentu saja dengan kesabaran orang-orang di studio terutama Ismail Arafat dan Upphie. Rekaman kembali normal. Tetapi ketika tinggal dua lagu yang harus dimixing, perangkat komputer di studio rekaman pula yang “sakit”. Seharian pula waktu yang dihabiskan untuk mengobatinya di bawah arahan produser, Yurides Indra. Dan begitulah, persis 30 Desember 2004, proses rekaman dapat diselesaikan—masih cepat satu hari dari tanggal yang ditargetkan yakni 31 Desember 2004.

 

Tabungan Lagu

            Mungkin seperti band yang lain, Sagu juga ingin keberadaannya terus wujud. Dari pihak band, kelompok musik ini memiliki 62 lagu di luar lagu yang ada di dalam album ini. Lagu yang sudah dmasukkan ke dalam studio 18 lagu, sementara selebihnya masih dalam simpanan band. Besar kemungkinan, jumlah lagu ini terus bertambah karena penciptanya yakni Ganni, terus saja berkarya.

            “Saya berusaha berkarya sebaik-baiknya di dalam Sagu yang saya pilih sebagai media ekspresi setelah pernah mendirikan 31 band sebelumnya. Dalam Sagu dan AKMR saya seperti menemukan diri saya,” kata Ganni seraya menambahkan, perkenalannya dengan Ismail Arafat melalui Yurides Indera, menyebabkan wawasan musiknya berkecambah. “Saya berterima kasih kepada mereka.”

            Apa yang dikatakan Ganni, memang tidak mengada-ada. Ini paling tidak terlihat pada 10 lagu ciptaannya pada album perdana Sagu yang akan diluncurkan Februari mendatang. Lagu-lagu tersebut ternyata enak didengar dan berisi dari berbagai segi, juga variatif. Sampai-sampai tidak begitu mudah untuk memilih single hits-nya. Dari sejumlah pendengar, terdapat enam lagu yang dipilih. Ini merupakan cermin bahwa lebih dari 50 persen lagu yang disodorkan Sagu, diterima dengan begitu antusias oleh pendengar.

            Di antara lagu dimaksud adalah Salam Rindu, Lain Hati, Selamat Tidur Kekasih, Sukma Jarak, Naluri Dua Sisi, dan Indah tanpa Dirimu. Masing-masing lagu memiliki kekuatannya sendiri. “Namun kami hanya bisa berbuat, pendengarlah yang menentukan. Dan kami juga yakin, masing-masing pendengar akan memiliki pilihan tersendiri karena bagaimanapun, pengalaman hidup orang tidaklah sama,” kata Yurides Indera, sang produser, yang diangguk oleh Ganni.

            Lalu mengapa ada puisi dalam album Sagu?

            “Itu pertanyaan yang serupa dengan pertanyaan mengapa kita bernafas untuk hidup,” jawab Ganni. Tapi ia menambahkan, setidak-tidaknya Sagu juga merasakan bagian dari puisi. Apalagi menggandengkan puisi dalam album musik belum pernah dilakukan di Indonesia dan puisi tersebut merupakan pengikat kuat bagi keseluruhan lagu Sagu dalam album perdana tersebut. “Memasukkan puisi itu dalam album ini memang permintaan khusus saya. Insya Allah, setiap album Sagu, tetap akan ada puisi,” kata Ganni.

 

 


 

Profil |Penerbit |Percetakan |AKMR |MARA  |Sagu Band | Email : Pusakariau@plasa.com |Po.Box 1351 Pekanbaru | Komplek (Purna MTQ) Pekanbaru Telp:(0761) 858710